Usaha Jamu Rempah Rumahan di Losari Jadi Bagian Penggerak Ekonomi Desa

Usaha Jamu Rempah Rumahan di Losari Jadi Bagian Penggerak Ekonomi Desa
Salah satu produk jamu rempah bubuk yang siap sedeh (Foto: Dita)
Usaha Jamu Rempah Rumahan di Losari Jadi Bagian Penggerak Ekonomi Desa

Malang – Usaha jamu rempah tradisional masih menjadi salah satu kegiatan ekonomi masyarakat desa yang bertahan hingga saat ini. Salah satunya adalah usaha produksi jamu rempah milik Ibu Dewi yang berlokasi di Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Usaha ini memanfaatkan berbagai rempah alami untuk diolah menjadi minuman kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Ibu Dewi memproduksi beberapa jenis jamu rempah, yaitu jamu rempah, jamu bubuk, serta jamu cair. Produk-produk tersebut dibuat dari berbagai bahan alami seperti jahe emprit, jahe merah, jahe kencur, temulawak, dan kunir yang dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Dalam proses pembuatannya, bahan rempah terlebih dahulu dimasukkan ke dalam mesin pemotong untuk di tipiskan. Setelah itu, rempah yang telah dipotong tipis-tipis, selanjutnya akan melalui proses penjemuran sebelum akhirnya dihaluskan menjadi produk siap konsumsi atau diolah menjadi jamu cair.

Dalam satu kali produksi, usaha ini mampu menghasilkan sekitar 40 botol jamu, yang biasanya dapat habis terjual dalam waktu dua hingga tiga hari. Meski demikian, selama bulan Ramadhan penjualan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan hari biasa.

Selain menjadi produk kesehatan, usaha jamu rempah ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Menurut Ibu Dewi, jamu berbahan jahe cukup diminati karena dapat membantu menghangatkan tubuh, terutama saat cuaca dingin.

Namun demikian, usaha ini masih menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam hal pemasaran dan perluasan penjualan. Saat ini produk jamu rempah milik Ibu Dewi masih dipasarkan secara terbatas kepada masyarakat sekitar desa.

Keberadaan UMKM seperti usaha jamu rempah milik Ibu Dewi menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa dapat berkembang melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan kearifan tradisional. Dengan dukungan pemasaran yang lebih luas, usaha ini berpotensi untuk berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat desa.