Lebih dari Setengah Abad, Napas Peternakan Pak Matraji Tak Pernah Padam
Pak Matraji, peternak kambing asal Losari, telah menekuni usahanya sejak usia 17 tahun hingga kini berusia 73 tahun. Dengan menjaga kualitas pakan dan kesehatan ternak, ia berhasil mempertahankan kepercayaan pelanggan untuk kebutuhan aqiqah dan Lebaran.

Losari – Di sebuah sudut desa yang tenang, aroma jerami dan suara kambing bersahutan menjadi saksi perjalanan panjang seorang peternak bernama Pak Matraji. Sejak usia 17 tahun, ia telah menekuni usaha merawat kambing. Kini, di usianya yang menginjak 73 tahun, semangatnya masih setangguh dulu.
Usaha ternak kambing miliknya telah dirintis sejak puluhan tahun lalu. Berawal dari beberapa ekor kambing yang dirawat dengan ketelatenan, kini usaha tersebut dikenal luas oleh masyarakat sekitar. Penjualannya berasal dari pelanggan tetap, kebutuhan aqiqah, hingga momen Lebaran menjadi salah satu sumber utama perputaran usaha ini.

Ucap pak matraji saat momen Lebaran tahun lalu, terdapat sebanyak 60 ekor kambing berhasil terjual. Bagi Pak Matraji, menjaga kualitas pakan dan kesehatan ternak adalah kunci utama. Ia memastikan setiap kambing dirawat dengan baik sejak kecil hingga siap jual.
Meski usia tak lagi muda, Pak Matraji masih turun langsung memantau ternaknya setiap hari. Baginya, merawat kambing bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang telah ia tekuni. Usaha ternak kambing ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga turut mendukung kebutuhan masyarakat sekitar, khususnya saat momen aqiqah dan Hari Raya.
Firda Amaliyah 