Inovasi Cyber Village Desa Losari: Pak Wawan Dorong Digitalisasi Ekonomi hingga Dakwah Melalui Sakura Cyber Center
Kepala Desa Losari, Pak Wawan, resmi meluncurkan program Cyber Village yang berpusat di Sakura Cyber Center (Kafe Sakura) sebagai langkah transformasi digital desa. Program ini mencakup digitalisasi UMKM melalui platform Tokodesa, pengembangan konten siber untuk dakwah dan promosi desa, hingga kolaborasi penulisan berita warga di portal Guetilang. Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat dan berbagai sektor usaha di Losari.
LOSARI – Di sebuah sudut Desa Losari, aroma kopi dari Kafe Sakura kini tak lagi sekadar menjadi kawan santai warga. Di balik riuhnya cangkir yang berdenting, tersimpan denyut nadi ekonomi baru bagi pemuda dan pelaku usaha lokal. Inilah Sakura Cyber Center, sebuah inisiatif kolaborasi dari Lurah Losari, Pak Wawan, yang bercita-cita membawa desanya melompat ke era digital.
Desa Losari kini tengah bersiap memasuki babak baru sebagai desa digital yang mandiri dan kompetitif. Di bawah kepemimpinan Pak Wawan selaku Lurah, muncul sebuah inisiatif progresif untuk bekerja sama untuk membuat program bernama Cyber Village. Program ini bermuara di Sakura Cyber Center, sebuah hub digital yang bertempat di Kafe Sakura. Pak Wawan melihat bahwa potensi besar Desa Losari, mulai dari produk UMKM hingga kearifan lokalnya, perlu "disuarakan" ke dunia luar melalui teknologi informasi agar dampak ekonominya bisa dirasakan langsung oleh warga.

Langkah nyata yang diambil dalam program ini sangat komprehensif. Pak Wawan dibantu tim magang dari Warkop Digital mendampingi pelaku UMKM lokal dalam mengunggah produk-produk unggulan mereka ke platform Tokodesa, memastikan produk desa bisa diakses oleh pasar yang lebih luas. Tak hanya soal ekonomi, program ini juga menyentuh sisi religi melalui konsep Cyber Dakwah, di mana nilai-nilai kebaikan disebarkan melalui konten digital yang kreatif. Selain itu, warga juga dibekali kemampuan membuat konten media sosial yang menarik serta diajak aktif menulis berita seputar kegiatan desa untuk dipublikasikan di web Guetilang, sehingga setiap sudut cerita Losari bisa terdengar secara nasional.
Antusiasme warga terhadap perubahan ini sangat luar biasa. Dukungan mengalir dari berbagai lapisan, salah satunya dari Pak Ahmad, Ketua RT 05 RW 03. Beliau menyatakan sangat mendukung dan merasa bangga jika warganya kini mulai aktif di dunia digital. Menurutnya, melek teknologi adalah kunci agar warga desa tidak tertinggal dan bisa lebih berdaya secara mandiri. Program ini dirasa memberikan wadah positif, terutama bagi generasi muda untuk berkarya di tanah kelahiran sendiri.
Saat ini, program Cyber Village sedang berjalan secara bertahap dengan partisipasi yang terus meningkat. Mulai dari pelaku UMKM, petani, peternak, hingga pemuda Karang Taruna tampak antusias bergabung dalam ekosistem digital ini. Pak Wawan sendiri menegaskan bahwa pintu kolaborasi selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin memajukan Losari. Dengan semangat gotong royong siber ini, Desa Losari optimistis mampu bertransformasi menjadi desa percontohan yang cerdas teknologi namun tetap memegang teguh jati diri desa.
Era Fataliya 