RAT Perdana Koperasi Merah Putih Losari Sukses Digelar, Siap Jadi Solusi Ekonomi Warga

Koperasi Merah Putih Kelurahan Losari sukses menggelar RAT perdana setelah satu tahun berdiri sejak Mei 2025. Didukung penuh pemerintah kelurahan, koperasi ini hadir sebagai solusi kebutuhan warga mulai dari sembako, pupuk, LPG hingga layanan pembayaran pajak, guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

RAT Perdana Koperasi Merah Putih Losari Sukses Digelar, Siap Jadi Solusi Ekonomi Warga
Sumber: Dokumentasi Petugas Kelurahan

Malang — Upaya memperkuat perekonomian masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kelurahan Losari melalui pengembangan Koperasi Merah Putih. Komitmen tersebut terlihat dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana yang menjadi tonggak awal perjalanan koperasi setelah satu tahun berdiri.

Koperasi Merah Putih Losari sendiri telah resmi berdiri sejak Mei 2025, ditandai dengan pengesahan akta pendirian. Setelah berjalan selama kurang lebih satu tahun, RAT pertama ini digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus evaluasi kinerja koperasi kepada para anggotanya.

Pimpinan rapat RAT Koperasi Kelurahan Merah Putih Losari

Lurah Losari mengungkapkan bahwa pelaksanaan RAT berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari seluruh anggota yang hadir. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan Dinas Koperasi, Camat Singosari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pendamping koperasi, yang menunjukkan adanya dukungan lintas sektor terhadap keberadaan koperasi di tingkat kelurahan.

Meski demikian, untuk peresmian gedung koperasi, pihak kelurahan masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Rencananya, peresmian akan dilakukan secara serentak bersama koperasi lain yang telah siap, sehingga tidak dilakukan secara terpisah di masing-masing wilayah.

Dalam menjalankan operasionalnya, Koperasi Merah Putih Losari didukung oleh struktur organisasi yang terdiri dari lima orang pengurus dan tiga orang pengawas. Lurah Losari sendiri turut berperan sebagai koordinator pengawas, didampingi oleh perwakilan masyarakat.

Lebih dari sekadar organisasi, koperasi ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Berbagai layanan dirancang untuk memudahkan warga, mulai dari penyediaan sembako, bahan baku makanan, pupuk bersubsidi, LPG, hingga layanan pembayaran pajak seperti PBB dan pajak kendaraan.

“Dengan adanya koperasi ini, masyarakat diharapkan tidak perlu keluar wilayah Losari untuk memenuhi kebutuhannya. Semua bisa diakses lebih mudah dan dekat,” jelas Lurah Losari.

Dari sisi pendanaan, koperasi mengandalkan kontribusi anggotanya melalui iuran pokok sebesar Rp100.000 yang dibayarkan satu kali, serta iuran wajib sebesar Rp20.000 setiap bulan. Dana inilah yang kemudian dikelola sebagai sumber utama operasional koperasi, sesuai dengan prinsip dasar koperasi "Dari anggota, Oleh anggota, Untuk anggota".

Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan dalam bentuk pembiayaan penebusan barang, seperti sembako, LPG, dan pupuk. Melalui skema ini, koperasi dapat bekerja sama dengan perbankan untuk memenuhi kebutuhan stok barang, yang kemudian dikelola agar memberikan keuntungan bagi koperasi.

Tak hanya itu, keberadaan Koperasi Merah Putih juga melengkapi peran Koperasi Wanita (Kopwan) yang lebih dulu ada di Kelurahan Losari. Jika Kopwan berfokus pada simpan pinjam dengan anggota perempuan, maka Koperasi Merah Putih hadir dengan cakupan usaha yang lebih luas dan terbuka untuk seluruh masyarakat.

Suasana RAT Perdana Koperasi Kelurahan Merah Putih Losari

Pemerintah Kelurahan Losari pun memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan koperasi ini. Bahkan dalam pelaksanaan RAT perdana, pihak kelurahan turut membantu secara maksimal, mulai dari persiapan tempat hingga teknis pelaksanaan kegiatan.

Ke depan, koperasi ini diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan berbagai layanan yang terintegrasi, Kelurahan Losari ditargetkan dapat berkembang menjadi wilayah yang mandiri secara ekonomi.

“Harapannya, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan mereka cukup dari dalam kelurahan, melalui koperasi. Ini adalah langkah menuju kemandirian warga,” pungkasnya.