Tekuni Ternak Sejak 2017, Pak Tri Syahyudi Kembangkan Usaha Kambing Gibas

Pak Tri Syahyudi, peternak kambing gibas dari RT 06 RW 01, mulai menekuni usaha ternak sejak tahun 2017 setelah kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk bekerja di proyek. Berawal dari 5 ekor kambing, kini jumlah ternaknya mencapai sekitar 20 ekor.

Tekuni Ternak Sejak 2017, Pak Tri Syahyudi Kembangkan Usaha Kambing Gibas

Pak Tri Syahyudi, warga Kelurahan Losari RT 06 RW 01, merupakan salah satu peternak kambing gibas yang masih aktif mengembangkan usahanya hingga saat ini. Ia mulai menekuni usaha peternakan kambing sejak tahun 2017, setelah kondisi kesehatannya tidak lagi memungkinkan untuk bekerja di proyek seperti sebelumnya.

Dengan tekad untuk tetap produktif, Pak Tri memutuskan beralih ke usaha peternakan kambing sebagai sumber penghidupan. Pada awal memulai usaha ternak, ia hanya memiliki 5 ekor kambing yang terdiri dari 2 ekor jantan dan 3 ekor betina. Seiring berjalannya waktu, jumlah ternaknya terus bertambah melalui proses perkembangbiakan.

Dalam kegiatan beternak sehari-hari, Pak Tri dibantu oleh anggota keluarga. Pakan ternak berupa rumput diperoleh dengan cara mencari (ngarit) sendiri, serta dibantu oleh saudara. Selain itu, Pak Tri juga menanam sendiri rumput kolondono sebagai sumber pakan tambahan bagi kambing-kambingnya.

Memasuki tahun 2026, jumlah kambing yang dimiliki Pak Tri mencapai sekitar 20 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 ekor kambing sudah memasuki tahap siap jual atau yang biasa disebut “powel”. Namun demikian, hingga saat ini Pak Tri masih menahan penjualan kambingnya karena harga jual di pasaran dinilai masih cukup rendah. Saat kondisi harga membaik, barulah ia berencana melepas kambing-kambing tersebut.

Untuk proses penjualan, biasanya para blantik atau pedagang kambing datang langsung ke rumah Pak Tri untuk melakukan transaksi. Harga kambing yang ditawarkan berkisar sekitar Rp3.000.000 per ekor, tergantung kondisi dan ukuran kambing.

Meskipun menghadapi tantangan harga pasar yang belum stabil, Pak Tri tetap konsisten menjalankan usaha ternaknya. Baginya, beternak kambing tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga menjadi kegiatan yang dapat dijalankan sesuai dengan kondisi kesehatannya saat ini.