Inspiratif! Mantan Pegawai Bank Bangun UMKM Anggrek dari Hobi
Kisah inspiratif datang dari Sitiawan Haryadi atau yang akrab disapa Iwan, pemilik usaha budidaya anggrek Hastina Orchid, yang berhasil mengubah hobi menjadi peluang usaha menjanjikan. Usaha ini mulai dirintis sejak 2020 dengan membangun greenhouse sederhana dan semakin ditekuni setelah ia pensiun dari dunia perbankan pada 2022. Berbekal latar belakang pendidikan sosial ekonomi pertanian serta pengalaman kerja di sektor perbankan, Iwan mengembangkan kebun anggrek yang kini menampung berbagai jenis seperti Dendrobium, Vanda, hingga anggrek bulan. Meski menghadapi berbagai tantangan, mulai dari memahami identitas tanaman hingga perawatan yang tidak mudah, ia tetap konsisten menjaga kualitas dan membangun jaringan dengan sesama pelaku usaha. Melalui pemanfaatan media sosial untuk pemasaran, Hastina Orchid kini mulai dikenal oleh pecinta anggrek dari berbagai daerah, sekaligus membuka harapan untuk berkembang dan memberdayakan masyarakat sekitar di masa depan.
Di tengah geliat perkembangan UMKM yang semakin dinamis, sebuah kisah inspiratif hadir dari pelaku usaha budidaya anggrek yang berhasil mengubah hobi menjadi peluang usaha menjanjikan. Dalam sebuah sesi wawancara, tim berbincang langsung dengan Sitiawan Haryadi, atau yang akrab disapa Iwan, pemilik usaha budidaya anggrek Hastina Orchid. Usaha ini mulai dirintis sejak tahun 2020 dengan membangun greenhouse sederhana. Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut semakin berkembang dan mulai ditekuni secara serius pada 2022, setelah Iwan memutuskan untuk pensiun dari dunia perbankan dan fokus menekuni passion-nya di bidang budidaya anggrek.

Berbekal latar belakang pendidikan di bidang Sosial Ekonomi Pertanian serta pengalaman panjang bekerja di sektor perbankan sejak tahun 2008, Iwan memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk mengelola usaha secara profesional. Ia mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap anggrek sudah muncul sejak lama. Baginya, anggrek memiliki pesona tersendiri karena keindahan bunganya yang beragam serta masa mekarnya yang relatif lebih lama dibandingkan bunga lainnya. Awalnya, kegiatan merawat anggrek hanya sebatas hobi dan koleksi pribadi. Namun, seiring waktu jumlah koleksi semakin banyak hingga akhirnya berkembang menjadi sebuah kebun anggrek yang kini tidak hanya menjadi sarana menyalurkan hobi, tetapi juga menjadi sumber penghasilan.
Meski terlihat indah dan menjanjikan, perjalanan merintis usaha budidaya anggrek tidak selalu berjalan mulus. Iwan mengakui bahwa tantangan terbesar dalam bisnis ini adalah memahami identitas atau jenis (ID) anggrek serta teknik perawatan yang tepat. Pada awal merintis usaha, ia sempat mengalami kesalahan dalam mengidentifikasi jenis anggrek yang dibelinya. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga agar lebih teliti dalam memastikan keaslian jenis tanaman yang dijual kepada pelanggan. Menurutnya, menjaga kualitas dan kejujuran dalam berjualan merupakan hal penting agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.
Menariknya, hingga saat ini hampir seluruh proses perawatan tanaman masih dilakukan sendiri oleh Iwan. Mulai dari menyiram tanaman, melakukan pemupukan, membersihkan area greenhouse, hingga menangani hama dan penyakit tanaman. Ia mengaku bahwa proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran untuk terus mendalami dunia budidaya anggrek secara lebih serius.
Dalam menghadapi persaingan usaha yang cukup ketat di dunia tanaman hias, Iwan memilih strategi yang berbeda. Alih-alih memandang pelaku usaha lain sebagai pesaing, ia justru menjalin kolaborasi dengan sesama penjual anggrek. Kerja sama tersebut dilakukan dengan cara saling bertukar informasi, berbagi stok tanaman, hingga membantu memenuhi permintaan pelanggan jika jenis anggrek yang dicari tidak tersedia di kebunnya. Pendekatan kolaboratif ini dinilai lebih efektif untuk menjaga hubungan baik sekaligus memperluas jaringan usaha.
Selain itu, Iwan juga mulai memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran. Salah satunya melalui media sosial TikTok, di mana ia membagikan video singkat mengenai koleksi anggrek yang dimilikinya. Meski tidak melakukan siaran langsung, konten video yang diunggah ternyata mampu menarik perhatian para pecinta anggrek. Tidak sedikit calon pembeli yang kemudian menghubungi Iwan untuk menanyakan ketersediaan tanaman, bahkan datang langsung dari luar kota seperti Jakarta.

Di kebun Hastina Orchid, terdapat berbagai jenis anggrek yang dibudidayakan, di antaranya Dendrobium, Grammatophyllum, Vanda, Cattleya, hingga Phalaenopsis atau anggrek bulan. Dari berbagai jenis tersebut, anggrek Dendrobium menjadi salah satu yang paling cocok dengan kondisi iklim di lokasi kebun yang cenderung panas. Tanaman ini dikenal cukup adaptif serta memiliki bunga yang indah dan variatif sehingga banyak diminati oleh para kolektor maupun pecinta tanaman hias.
Ke depan, Iwan berharap usaha yang dirintisnya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Ia memiliki visi agar kebun anggrek yang dikelolanya tidak hanya menjadi bisnis pribadi, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat sekitar. Salah satu rencana yang ingin diwujudkan adalah membuka peluang kemitraan atau sistem plasma, di mana warga sekitar dapat ikut membudidayakan anggrek dan menjadikannya sebagai sumber tambahan penghasilan.
Dengan semangat kerja keras, ketekunan, serta keberanian untuk memulai dari hobi, kisah Hastina Orchid menjadi bukti bahwa peluang usaha dapat datang dari mana saja. Ketika passion dipadukan dengan strategi usaha yang tepat dan pemanfaatan teknologi digital, sebuah hobi sederhana pun dapat berkembang menjadi usaha yang bernilai ekonomi sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat.
rraaaff_ 